Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Cerpen : Legenda Gagak Hitam

Cerpen : Legenda Gagak Hitam

Legenda Gagak Hitam

            “Blarrr”, petir tiba-tiba menyambar didepan rumah Ayga. Disusul dengan hujan yang sangat deras terlihat genangan darah mengalir bersama dengan air hujan menuju selokan sebuah pemukiman yang kini terlihat porak – poranda. Ayga yang baru pulang dari hutan hanya berdiri terpaku dengan bulir – bulir tetesan air matanya yang dibarengi dengan tetesan air hujan dipipinya.

Dengan gemetaran dia melihat tumpukan mayat teman,saudara,dan tetangga di pemukimannya. Sambil mengumpulkan kebaranian dia mulai mendekat ke tumpukan mayat. Kaki Ayga yang sedari tadi menopang tubuhnya tiba – tiba langsung lemas seperti tak bertulang. Tepat dihadapan mayat ibu dan ayahnya dia terduduk , air mata yang tadi dia coba tahan sudah tak kuat lagi membendung kepedihan yang dideritanya. Deras air hujan kala itu kalah dengan derasnya air mata Ayga, rasa sedih dan marah ia coba tahan sekuat mungkin.Dengan lirih Ayga berkata pada dirinya sendiri “ Aku berjanji akan menjadi seorang yang kuat….”.