Chapter 1 - Awal yang sial?
ini adalah beberapa saat yang lalu, entah bagaimana aku bisa terjebak ditakdir yang menyebalkan ini. tidak mungkin.
aku ini hanyalah manusia biasa,bagaimana ini bisa terjadi. aku berada disituasi yang sulit.
'tolong'
'siapapun, tolong aku'
'aku sekarat, aku butuh bantuan dengan cepat'
"DWIADIIII!!!!!, APA KAU DENGARRR AKU!!!????"
"ahh, ya pak, tentu aku dengar pak, maaf saya sedikit pusing".jawabku sambil mengaruk belakang kepalaku.
ini tidak seperti aku sekarat karna kehabisan darah, ini adalah posisi sekarat ketika kau harus meninggalkan gaya hidupmu.
meninggalkan semua kenangan yang berpengaruh dalam hidupmu. disamping itu, orang yang berteriak memanggil namaku tadi adalah guruku.
dia dengan tegas memintaku untuk berhenti bermain-main game dan mulailah hidup normalmu sebagai manusia.
ini adalah kata-kata aneh bagiku, yang kumaksud adalah hidup normalku adalah bermain game dan sekarang tanpa menungguku beradaptasi,
dia ingin aku tidak bermain game saja. bukankah lebih sakit jika apa yang kujalani selama ini harus berubah seketika dari pada kau sekarat kehabisan darah.
.beberapa saat kemudian...
'setelah aku diomeli habis-habisan, bagaimana bisa dia memberiku tugas ini'
'dia tahu kalau aku tidak dapat menyelesaikan tugas ini. dia benar-benar ingin menyiksaku dan membuatku malu, huh'
yahh, tugas ini. tugas yang membuatku pusing ini adalah tugas untuk mengadakan event bazar di sekolah, ini menyebalkan. aku hanya menggerutu dalam hatiku.
apakah karena dia adalah pembina OSIS, dia bisa menyuruhku seenaknya saja.lagi pula aku ini hanyalah murid kelas satu biasa yang bahkan tidak memiliki kemampuan dalam berorganisasi.
.lokasi : Ruang rapat [ 'ruang rapat untuk bazar, OSIS']
'bagaimana bisa, Pembina memilihnya'
'dia itu sampah,bahkan di kelasku dia itu tidak lebih dari peringkat 20'
'iya benar, lagi pula dia bukanlah pengurus OSIS'
'mungkin pembina kita ingin memberinya pelajaran karena dia jarang mengerjakan tugas sekolah'
'tentu, itu mungkin sekali. jika ditanya anak yang paling populer,dia adalah orangnya'
'hahaha,tentu. terpopuler sebagai parasit sekolah,bisa-bisa hanya karna dia, reputasi sekolah bisa buruk'
bisa-bisanya mereka. mereka berakting solah-olah berbisik-bisik padahal jelas-jelas aku mendengar suara mereka.
yah...,yang dihadapanku kini adalah pengurus OSIS kelas kelas 10,11 dan diantaranya ada beberapa senior kelas 12.
aku harus mencairkan susasana.yup, dengan ini mungkin mereka bisa sedikit bersahabat denganku.
"Emm...,baiklah. Selamat siang semuanya" ini adalah kali pertama aku berada didepan dan berbicara sebagai ketua kegiatan. tentu aku sangat gugup berada dihadapan 30 pengurus OSIS.
'lihat, dia mulai bicara'
'hahaha, lihat muka bodohnya itu. salam saja gugup,bagaimana bisa dia mengatur kegiatan bazar nanti'
Sial, mereka mengabaikanku,dan lebih dari itu,mereka tetap mem'bully'ku. sudah kuduga ini adalah tugas yang mustahil.
sorot tajam lirikan mata mereka. Tuhan aku harap ini hanya mimpi.lebih dari itu andai saja ini adalah situasi didalam game.
'game...? dunia ini adalah game...?'
'jika terjadi situasi seperti ini dalam game, jika seperti itu...'
'baiklah ayo bermain dengan game yang kalian mulai'.stap, aku menjentikkan jari kananku di pengeras suara.
entah bagaimana, mereka yang dari tadi membicarakanku terdiam dengan suara jentikanku barusan.
'oke, hal pertama sudah selesai. waktunya permainan dimulai'
"OKEE!!! SEMUANYA TOLONG BACA SUSUNAN PANITIA YANG SUDAH ADA DI LAYAR INI"
aku berteriak dengan mik ditangan kananku dan tangan kiriku mengarahkan mereka agar melihat layar disampingku. disitu tertera jelas susunan kepanitiaan,dan tentu nama ketuan panitianya adalah aku.
"YAA, A..K..U MELIHATNYA..Apa kau tidak bisa membaca, tak masalah jika kau ingin aku yang membacakannya untukmu,hahaha."
yang baru saja itu adalah Andy, dia adalah seseorang yang paling ingin tampil hebat. tentu, siapa yang tidak ingin terlihat hebat dihadapan adik kelas, terutama para siswa putri.
"ya, bisakah kau membacakan,dimana posisiku sekarang di susunan panitia"
semuanya terdiam, memang aku ingin tahu bagaimana Andy bisa tetap sombong disituasinya sekarang ini.
"e~eh itu. tentu kau itu ketua panitia. meski begitu, kau tidak bisa menyuruh kami,kami lebih memiliki derajat yang lebih tinggi dari pada kau,dasar siswa pemalas"
"betul,aku setuju dengan yang dikatakan oleh kak Andy" sorang siswa putri menyepakati Andy.
situasi yang sulit kurasa. Banyak siswi yang ingin menjadi pacarnya, bahkan diajak jalan olehnya adalah sesuatu yang sangat berharga bagi para siswi disekolah ini.
entahlah, dengan beralasan mengatas namakan cinta atau bagaimana cara Andy bisa mendapat begitu banyak perhatian.
"tentu aku sadar,dan sebagai pemimpin guild ini,ehh..,maaf. Ehem, sebagai ketua panitia, jadi aku yang bertanggung jawab,iya kan?"
"tentu,dasar bodoh. kau ini jangan membuat kak Andy bicara denganmu yang bodoh" sahut seorang siswi lain.
"maka dari itu, aku berhak untuk menghukum panitia jika acara ini gagal.karena salah satu peraturan di panitia ini, adalah panitia harus patuh dengan ketuanya,dan apabila tidak patuh, ketua berhak memberi hukuman"
'hahaha, untuk beberapa saat bagaimana kalian bisa menghindari peraturan kalian sendiri'
"dan disitu tertera jelas, hukuman yang tidak boleh adalah, hukuman fisik dan mendenda, hukuman harus bersifat mendidik. Jadi,hukuman untuk mereka yang tidak patuh pada perintahku adalah, menulis ulang semua materi yang ada dibuku paket dalam waktu 1 hari 1 malam setelah acara bazar 2 minggu kedepan.
jika tidak bisa, maka hukuman dari sekolah yang menanti kalian."
'apa...? bagaimana bisa.'
'meski kita mengerjakannya sekarang,itu tetap mustahil'
'dia, dia benar-benar gila'
jika benar,tiap semester memiliki minimal 10 buku paket.satu buku paket sekitar 200 halaman lebih. tentu mereka akan menyerah.
dan lebih lagi hukuman dari sekolah yang kumaksud adalah 'murid nakal'. hukumannya adalah masuk asrama militer selama dua bulan agar mereka disiplin. tentu itu sangat menyebalkan, bagi mereka yang hanya menggunakan otak,akan tersiksa dengan kegiatan militer.
tentu,aku juga takut dengan hukuman ini.tapi,aku ini murid malas bukan murid nakal.
"mulai besok, aku akan memberikan tugas untuk kalian. apa ada yang masih kurang paham?"
masing-masing dari mereka mengangguk, tentuk mereka setuju. jika tidak,mereka akan masuk asrama militer.
para senior yang hadir terkejut dengan kata-kataku.Mungkin,mereka juga merasa marah karena sebagai senior tidak bisa membantu juniornya.
ini adalah hal mudah bagiku. aku sudah berkali-kali menjadi ketua guild didalam banyak game. ada banyak gaya kepemimpinan,akan tetapi untuk mencegah anggota guild melakukan hal yang membuat guild.
Sebagai ketua guild,membuat peraturan agar anggota yang tidak bisa diatur, patuh dengan keputusan ketua, itulah hal yang perlu dilakukan.
"oke semua, aku mau pulang ke rumah dulu. jadi... .selamat sore semuanya".
aku berkata dengan santainya. hahaha, perkataan seperti ini sering di ucapkan ketika para gamer ingin log out dari permainan.
tentu kepercayaan diri iniadalah kepercayaan seorang gamer yang sudah berpengalaman menjadi ketua guild.
setelah menyalami para senior aku meninggalkan kelas. tentu tanganku agak sakit karna para senior ini meremas tanganku terlalu keras.
terserahlah,'no pain no gain'. sekarang yang perlu kupikirkan adalah tugas untuk mereka besok.